Senin, 24 November 2014
RSS Feed Foto Bisnis TV ePaper Indonesia Business Daily

PASIR BESI: Tambang Di Tasik Selatan Berhenti Mulai 1 Mei

Anep Paoji - 23 April 2013, 20:53 WIB
(antara)
(antara)

(antara)

Hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten 1 Pemkab Tasik Alfian, Kadis Pertambangan dan Energi Nazmudin Ajiz, Kadis Perikanan Peternakan dan Kelautan Iin Aminudin, Kepala Satpol PP Gozali dan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Condro Sasongko. Hadir pula perwakilan tokoh masyarakat Tasikmalaya Selatan serta mahasiswa dan aktivis lingkungan.

"Untuk itu, pemerintah mesti membuat regulasi supaya mampu membuat pabrik pengolahan pasir besi. Selama ini hasil eksploitasi pertambangan di sana tidak sebanding dengan pemasukan (PAD) kepada pemerintah daerah," kata Eri kepada wartawan.

Pihaknya pun kata dia, tengah menyusun regulasi untuk pembangunan pabrik pengolahan pasir besi, terminal khusus juga dermaga untuk pasir besi. “Jika semua itu terpenuhi, tidak mustahil aktivitas pertambangan pasir besi kembali dibuka,” katanya.

"Bukan saja berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi mempengruhi social-kultural. Sektor parawisata hancur, infrastruktur jalan rusak, bahkan penangkaran penyu di sana terganggu. Kami meminta tutup total pasir besi dan lakukan reklamasi lahan," katanya. (k55/yri)

Editor : anep

 

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!

Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik disini!

Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Komentar

Berikan Komentar Anda Komentar Facebook  |  Lihat Komentar
  • *) Email tidak akan dipublikasikan, hanya digunakan untuk menampilkan foto profil Gravatar Anda.
Komentar Facebook
DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi bandung.bisnis.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.